Ayo kampanye…
Monday, June 30th, 2008






Hmmm kawos blogger ngalam yang baru ituh plus kawos wordpress baliwae yang lumayan baru ituh…
Jugah botol susu dengan label asus eee pc-nya ituh…
Minggu lalu saya dan istri telah melakukan tindak kriminalitas yaitu menjarah sembako berupa susu bayi. Waktu itu Hypermart menjadi target operasi kami. Tidak tanggung-tanggung 16 kaleng susu kami embat. Aji mumpung kah? Ya! Selisih harga sampai dengan 10 ribu rupiah per kalengnya dari harga normal. Hari gini siapa sih yang gak tergiur. Lumayan ambil sekarang bayar bulan depan! Hehehehe…
Tadi, kami sekeluarga mencoba menjelajah mall baru di Malang, MOG. Kali ini Esa saya ajak ikut juga. Sekalian jalan-jalan ndelok padange hawa. Bukan untuk belanja karena semua kebutuhan hidup terutama buat Esa sudah terpenuhi. Lagi pula saya sudah terbayang tagihan kartu kredit bulan depan.
Seperti biasa mboke Esa gerilya mencari sandal, sepatu atau tas. Hehehehe… untung gak ada yang cocok, harganya! Selepas muter aja di Center Point, kami langsung menuju Giant. Tujuan kami jelas membandingkan harga. Biasanya kami berbelanja kebutuhan bulanan di Ratu atau Hypermart. Namun sekarang kami lebih suka berbelanja di Hypermart. Lebih nyaman dan beberapa item barang lebih murah dibandingkan Ratu. Terus kami bisa meraih poin bonus pasti dari kartu kredit. Ratu kan hanya menerima debit BCA.
Hmmm… tata letak yang membingungkan. Secara kami, lebih bagus Hypermart dalam penataannya. Kalau saya bandingkan dengan Giant Bogor juga jaaauuuhhhh…… Kalo soal harga, kami yakin seratus persen Giant MUAHUAL BUANGET. So untuk memenuhi troli (HALAH…), kami hanya mengambil beberapa barang kecil seperti sikat gigi, pasta gigi buat Esa dan gelas minum buat Esa juga. Esa cukup “tenang” di “dalam” troli. Ya “dalam” bukan “atas” troli. Namun… begitu melihat tumpukan bola basket, langsung dia minta “keluar” dari troli. Diambilnya satu bola dan sambil tertawa langsung dibawa lari…. Lucu.
Padahal ini bola basket beneran. Hmmm kami bujuk pun tidak mau. Okelah kami segera menuju kasir dan 50 persen dari harga total belanjaan adalah bola basketnya Esa. Hahahahahaha….
Ups… tadi ada penawaran kartu kredit Mandiri. Bikin gak ya? Secara BNI gak pernah ada promosi. Hmmmm….
Kartu kredit lagi? Kenapa tidak? Bukan buat ngutang atau nyicil. Alhamduliilah sampai saat ini kami masih istiqomah menggunakan kartu kredit sebagai pengganti uang tunai. So gak ada yang namanya bunga dalam setiap lembar tagihannya. Enak juga punya kartu kredit, asal kita bisa menahan diri dari jiwa dan semangat konsumtif. Udah bisa bayar bulan depan, dapat poin, ada promo tanpa bunga dan yang utama adalah transaksi online. Promo tanpa bunga? Jadi ingat Macbook, tawaran BNI…. Sayang….
Masih ada diskon besar-besaran sampai 24 Juni lho… Terutama bagi anda yang mempunyai balita. Lho kenapa? Ada diskon susu gedhe gedhean. Ups.. kalimat yang ambigu. Maksudnya produk susu bayi diatas satu tahun lagi diskon. Lumayan kan?
Saya dan istri sudah menimbun susu buat si kecil. Si kecil? Muhammad Agrivisesa Insan Merdeka namanya. Kini hampir menginjak dua tahun. Esa panggilannya, tidak terlalu susah untuk minum aneka merk susu. Lumayan lah dari yang high end sampai low end ditenggaknya sampai habis, tanpa ada ragu. Kini Esa terbiasa dengan Bebelac dan Prestine, terkadang Nutrilon. Tunggu apa lagi segera timbun susu anda! Ups, ambigu lagi!
Hmmm… bertambah lagi blog saya. Disini ngeblog, disana ngeblog, dimana-mana ngeblog. Dasar goblog! Lalu akan saya isi apa blog KripikTempe ini? Seperti halnya kripik yang renyah, tentu saja asal tidak terkena angin malam sehingga melempem. Maka blog ini akan berisi tentang kerenyahan hidup serta sekali tempo juga tentang melempemnya hidup. Hidup siapa? Hidup saya sekeluarga dong! Kripik tempe kini juga telah bertransformasi (HALAH…) menjadi beraneka rasa. Pun demikian dengan hidup!
Malang, sebuah kota yang telah melekat di hari saya. Saya kini tinggal di Malang dan telah ber KTP Kabupaten Malang. Saya menginjakkan kaki saya ke Malang pertama kali pada tahun 1996. Sebenarnya sebelum itu saya sudah sering pergi ke Malang. Bahkan di saat saya masih usia TK. Kenapa? Karena kakak sepupu saya telah menetap di Malang. Pun demikian dengan kakak kandung saya juga meraih gelar sarjananya dari kota ini.
Tahun 1996 selepas SMP saya ke Malang untuk mengikuti seleksi masuk SMA Taruna Nusantara. Ahhh… ngapain ya saya niat masuk SMA ituh? Tak tahulah…
Berikutnya tahun 1999 saya kembali ke Malang untuk mengikuti tes masuk PTN. Saat itu masih bernama SPMB. Tahun itu pula saya hijrah ke Malang untuk kuliah di Universitas Brawijaya. Saya berhasil lolos seleksi pada Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian. Saya berhasil menyelesaikan kuliah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya 3 tahun 10 bulan dengan IPK 3,28 (NARSIS!!!) Tepatnya Juli 2003 saya wisuda!
Selepas wisuda saya bekerja sebagai tenaga serabutan di P3WA (Pusat Penelitian Pengembangan Wilayah dan Agribisnis). Lumayan juga, saya bisa berjeng-jeng hingga ke pelosok Sumbawa, Dompu hingga Bima. Tahun 2003 akhir saya mengikuti tes seleksi CPNS di Universitas Trunojoyo Bangkalan. Alhamdulillah saya berhasil lolos seleksi. Tahun 2004 saya resmi menjadi dosen disana.
Saya menikah dengan seorang gadis arema, Feri Suharmi pada bulan Juli 2005 dan sampai saat ini masih kerasan tinggal di Malang. Sudah? Sudah ah…. gini aja!
Oh ya? Kenapa saya tidak tinggal di Bangkalan? Karena sampai saat ini, istri masih tercatat sebagai abdi negara dan abdi masyarakat di Pemkot Batu. Lagi pula siapa sih yang rela meninggalkan Malang! Tul gak?